Buka-bukaan Biang Kerok Impor Sira, Mendag Singgung Mi Instan

hazonyeshaya.org > Data > Buka-bukaan Biang Kerok Impor Sira, Mendag Singgung Mi Instan
buka-bukaan-biang-kerok-impor-garam-mendag-singgung-mi-instan-1

Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

Jakarta

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi buka-bukaan soal alasan dalam balik rencana impor 3 juta ton garam. Lutfi tak memungkiri, Indonesia sedang butuh mengimpor garam. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan industri, namun dipastikan bukan untuk konsumsi.

“Jadi yang kita bahas pada sekarang ini adalah garam hasil daripada memasukkan untuk kebutuhan industri, ” ujar Lutfi dalam konferensi pers virtual, Jumat (19/3/2021).

Menurut Lutfi, alasan industri butuh sira impor karena kualitas sira produk dalam negeri belum mampu mengikuti standar hajat industri.

“Garam kita dikerjakan oleh PN (PT) Garam serta oleh petani. Garam kaum ini belum bisa menyaingi kualitas untuk garam industri tersebut, ” sambungnya.

Lutfi pun menyingkapkan awal mula industri tiba beralih ke garam memasukkan. Salah satu industri dengan membutuhkan garam impor adalah para produsen mie instan. Menurutnya, bila mie instan diolah menggunakan garam pokok, mie tersebut bisa hanyut.

“Saya ceritakan sedikit, ada masalah-masalahnya pada masa lampau kalau Anda tahu mi instan tersebut kan harganya kira-kira Rp 2. 500 nah itu di dalam Rp 2. 500 itu (ada) harga garamnya, ongkos untuk garamnya itu Rp 2 tetapi jika garamnya tidak sesuai spek untuk industri garam, yang Rp 2 itu bisa menghancurkan mie instan dengan Rp 2. 500 itu. Inilah yang sekarang menjelma permasalahannya, ” ungkapnya.

“Garam boleh sebanding asinnya, tetapi kualitasnya bertentangan, ” tambahnya.

Namun, Lutfi tak menerangkan lebih lanjut, kenapa pabrik dalam negeri belum bisa meningkatkan kualitas garamnya supaya bisa dipakai menyamai status garam impor.

“Nah sekarang apa yang mesti kita kerjakan untuk bisa swasembada bukan jumlahnya saja yang mesti kita penuhi, tetapi juga kualitasnya. Nah ini yang sebenarnya mestinya industri nasional itu bisa melihat opportunity atau kesempatan untuk memperbaiki daripada struktur daripada industri sira nasional. Tetapi balik sungguh, ini kan urusan aku di perdagangan kan, bukan di perindustrian, jadi jika boleh, karena ini urusannya industri tanya ke bungkus Agus Gumiwang, ” timpalnya.

(hns/hns)