Gaduh Peristiwa Kerumunan di Petamburan, Ganggu Iklim Investasi?

hazonyeshaya.org > Data > Gaduh Peristiwa Kerumunan di Petamburan, Ganggu Iklim Investasi?
Gaduh Peristiwa Kerumunan di Petamburan, Ganggu Iklim Investasi?

Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

Jakarta

Akhirnya, Indonesia tengah diliputi kegaduhan. Dari mulai peristiwa kerumunan di negeri petamburan hingga penetapan Rizieq Syihab sebagai tersangka terkait peristiwa tersebut.

Apakah kondisi dan kegaduhan ini memberi dampak pada iklim investasi di tanah minuman?

Ekonom Universitas Indonesia (UI), Ninasapti Triaswati mengatakan, memang terganggunya iklim investasi di Indonesia disebabkan banyak faktor.

Namun begitu, dirinya memastikan iklim investasi Indonesia saat ini memang invalid ok lantaran terdampak pandemi COVID-19.

“Tanpa adanya kekacauan sosial akibat tewasnya anggota FPI saja, iklim investasi di Nusantara saat ini ‘masih buruk’ akibat pandemi COVID-19, ” kata dia saat dihubungi detikcom , Jakarta, Kamis (10/12/2020).

Dia menjelaskan, belum bisanya pemerintah Indonesia mengatasi COVID-19 dengan tuntas menjadi salah satu ciri yang mengganggu iklim investasi nasional. Menurut dia, saat ini dengan menjadi perhatian khusus para investor adalah seberapa seriusnya pemerintah Nusantara menerapkan atau mengimplementasikan protokol kesehatan tubuh dalam rangka memutus rantai penyebaran COVID-19.

“Kerumunan pada Petamburan hanya satu diantara contoh selalu dari sulitnya pemerintah menegakkan aturan kesehatan, ” ujarnya.

“Contoh lainnya adalah pesta kemajuan Pilkada di berbagai daerah juga rendah disiplin dalam menegakkan adat kesehatan, ” tambahnya.

Sementara pengamat ekonomi, Piter Abdullah menilai kerumunan yang terjadi pada beberapa kegiatan FPI pimpinan Rizieq Syihab tidak berdampak signifikan terhadap iklim investasi nasional. Pasalnya, kelompok seperti ini bukan pertama kala terjadi.

“Sejauh tersebut saya kira belum mengganggu, ” kata Piter.

Bahkan ekonom dari Center of Reform on Economic (CORE), Yusuf Rendy Manilet Indonesia kerumuman yang akhirnya ini terjadi tidak berdampak istimewa terhadap pergerakan beberapa indikator ekonomi nasional.

“Buktinya IHSG masih mencatatkan pencapaian positif hingga penutupan sore hari ini selalu didukung oleh penguatan nilai ubah rupiah, ” kata Yusuf.

Salah satu contoh dengan membuat iklim investasi Indonesia terganggu adalah kegaduhan yang ditimbulkan berharta menghentikan pergerakan ekonomi bahkan terjadi capital outflow atau aliran pangkal yang keluar dari Indonesia. Lupa satu contohnya adalah kerusuhan tahun 1998.

“Kalau tahu kondisi saat ini, situasi faktual belum terlalu mengkhawatirkan dan sedang bisa dalam tahap risiko dengan masih bisa diterima oleh investor, ” ungkap Yusuf.

(hek/dna)