Jatuhnya Lion Air Jadi Sorotan Konvensi Negeri Paman Sam

hazonyeshaya.org > Data > Jatuhnya Lion Air Jadi Sorotan Konvensi Negeri Paman Sam
Jatuhnya Lion Air Jadi Sorotan Konvensi Negeri Paman Sam

Jakarta

Jatuhnya pesawat Boeing 737 Max di Indonesia dan Ethiopia memiliki sorotan dari Kongres Amerika Serikat (AS). Kongres mengungkap bahwa insiden tersebut terjadi karena budaya menutup-nutupi.

Dilansir BBC , Kamis (17/9/2020) Konvensi menyalahkan “budaya menutup-nutupi” di Boeing, tapi juga menyebutkan bahwa bentuk regulasi “cacat secara fundamental”. Kejadian ini diungkap dalam sebuah informasi.

Boeing mengatakan sudah “mendapat banyak pelajaran penting” dari kecelakaan tersebut. Namun keluarga target menuduh perusahaan dan regulator tetap menyembunyikan informasi.

Laporan Kongres AS sangat kritis terhadap Boeing dan regulator penerbangan di negeri itu, Federal Aviation Administration (FAA).

“Boeing gagal pada desain dan pengembangan Max, & FAA gagal dalam pengawasan kepada Boeing serta sertifikasi pesawat itu, ” demikian kesimpulan dari analisis selama 18 bulan itu.

Boeing 737 Max dilarang terbang sejak Maret 2019 sesudah dua insiden di Indonesia dan Ethiopia menyebabkan kematian 346 orang.

Laporan setebal 250 halaman itu menemukan serangkaian kegagalan dalam desain pesawat, ditambah “regulatory capture”, yakni hubungan yang terlalu dekat antara Boeing dan regulator federal, yang mengompromikan proses sertifikasi keselamatan.

“(Kecelakaan itu) adalah kulminasi dari serangkaian sangkaan teknis yang salah oleh para insinyur Boeing, kurangnya transparansi di pihak manajemen Boeing, dan minimnya pengawasan oleh FAA. ”

Simak juga video ‘Kronologi Tergelincirnya Pesawat Lion Minuman di Bandara Supadio’:

[Gambas:Video 20detik]