Lama Tak Terdengar, Apa Informasi Produk Eucalyptus Antivirus Corona?

hazonyeshaya.org > Data > Lama Tak Terdengar, Apa Informasi Produk Eucalyptus Antivirus Corona?
lama-tak-terdengar-apa-kabar-produk-eucalyptus-antivirus-corona-1

Jackpot hari ini Result SGP 2020 – 2021.

Bogor

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) tahun lalu menggelar produk eucalyptus yang berawal dari minyak atsiri jadi antivirus Corona. Lama tidak terdengar, produk tersebut kini sudah dilakukan uji toksisitas pada hewan coba. Langsung seperti apa hasilnya?

Tim Riset Eucalyptus Balitbangtan Indi Dharmayanti membuktikan pemanfaatan kandungan senyawa aktif yang dimiliki oleh flora eucalyptus merupakan yang memutar efektif. Hal ini melaksanakan eucalyptus menjadi kandidat terkuat yang berpotensi membantu pencegahan COVID-19 di antara 60 tanaman herbal lainnya.

“Minyak atsiri lantaran daun eucalyptus citriodora dan eucalyptus globulus konsentrasi 2%, 4%, 8% dan 10% tidak menyebabkan toksisitas secara in vitro, ” ujar Indi dalam Talkshow Mulia Tahun Penelitian Eucalyptus, pada Puslitbang Perkebunan, Bogor, Rabu (5/5/2021).

Indi mengungkapkan eucalyptus dan formulanya sebagai terapi penunjang pada pasien COVID-19 juga mampu dipertimbangkan berdasarkan karakteristik dan senyawa aktifnya. Pada beberapa jurnal dilaporkan eucalyptus ini memiliki aktivitas sebagai antivirus.

“Hasil penelitian juga in line antara uji pada hewan serta uji klinis pada manusia, terutama dalam menurunkan mood partikel virus di laboratorium, ” ungkapnya.

Menurutnya, hasil pengujian dengan umum menunjukkan bahan sendiri dan formula eucalyptus Balibangtan yang diuji dapat menurunkan jumlah partikel (Viral Load) dan daya hidup virus SARS-CoV 2 serta mengurangi kerusakan sel akibat infeksi SARS-Cov-2 secara in vitro.

Dia mengucapkan hasil penelitian tersebut dinilai berdasarkan peningkatan CT Value uji real time PCR/rRT-PCR, peningkatan nilai Optical Density uji MTT dan tak ditemukan kerusakan sel/cytopathic effect (CPE), ” jelasnya.

“Hasil pengujian eucalyptus formula 822, untuk toksisitas akut 2, 3 serta 4 jam serta toksisitas subkronik 0. 5, satu dan 2 jam tak menunjukkan perubahan pada mencit dengan baik untuk general physiology maupun pathology, dan tidak ada kematian & tanda klinis yang tampak. Hal ini menunjukkan target tersebut tidak toksik dalam parameter tersebut, ” jelasnya.

Sementara tersebut, Kepala Badan Litbang Pertanian Fadjry Djufry mengatakan tanaman eucalyptus ini memiliki lebih dari 700 spesies dalam dunia, salah satunya dikenal di Indonesia itu patra kayu putih. Balitbang Pertanian turut mengoleksi beberapa macam eucalyptus ini yang diharapkan sebagai sarana untuk melawan virus Corona.

“Di kebun kita tersebut ternyata ada satu mematok dua spesies eucalyptus dengan melalui awal-awal uji tersebut paling tidak secara lab. itu itu bisa menghambat pertumbuhan virus Corona, ” jelasnya.

Ia berharap produk eucalyptus itu bisa digunakan sebagai melindungi pencegahan COVID-19. Tak lengah meminta dukungan semua bagian untuk terus menyempurnakan produk eucalyptus ini sehingga bisa menjadi produk kebanggaan Indonesia.

(prf/hns)