Mantul! Subsidi Bunga KUR Oleh karena itu 3% Diperpanjang 6 Bulan

hazonyeshaya.org > Data > Mantul! Subsidi Bunga KUR Oleh karena itu 3% Diperpanjang 6 Bulan
mantul-subsidi-bunga-kur-jadi-3-diperpanjang-6-bulan-1

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

Jakarta

Komite Kebijakan Pembiayaan untuk Usaha Mikro, Kecil, serta Menengah (UMKM) melakukan kerap yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Rapat tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo pada rapat sidang terpatok mengenai peningkatan porsi nama perbankan untuk Usaha Mikro dan Kecil pada 5 April lalu.

Saat ini porsi rekognisi UMKM baru mencapai 18, 8% terhadap total nilai perbankan. Porsi untuk UMKM tersebut perlu ditingkatkan dengan bertahap setidaknya menjadi bertambah dari 30% di tarikh 2024.

Bersandarkan hal ini, Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM akan menambah subsidi bunga KUR dan mengubah kebijakan pelaksanaan KUR.

“Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang tambahan subsidi pada bunga KUR sehingga menjadi 3% semasa 6 bulan 1 Juli 2021 s. d. 31 Desember 2021, ” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Selasa (4/5/2021).

Selain itu, Pemerintah pula menyediakan anggaran sebesar 4, 39 triliun rupiah untuk perpanjangan tambahan subsidi bunga KUR selama jangka periode tersebut. Adanya tambahan itu membuat total kebutuhan taksiran tambahan subsidi bunga KUR tahun 2021 menjadi Rp 7, 84 triliun.

“Pemerintah menetapkan beberapa perubahan kebijakan KUR, lupa satunya yaitu perubahan rancangan KUR tanpa jaminan dengan awalnya tertinggi adalah Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta, ” tambahan Airlangga.

Mengenai, beberapa perubahan kebijakan KUR yang akan berlaku sejak 1 Juli 2021, di antaranya:

a. Transisi skema KUR tanpa tanggungan dari sampai dengan Rp 50 juta menjadi sampai dengan Rp 100 juta. Skema KUR tetap, tetapi untuk skema KUR Mungil ditambahkan ketentuan nilai KUR tanpa jaminan hingga Rp 100 juta.

b. Penerima KUR Mungil dapat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Hal tersebut buat menindaklanjuti Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pengamalan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

c. Pengaturan Penerima KUR yang bertumbukan dengan kredit lain.

d. Penambahan ketentuan KUR Khusus untuk industri UMKM, atau komoditas daerah produktif lain yang bisa dikembangkan menjadi KUR istimewa. Ketentuan sebelumnya KUR istimewa hanya untuk komoditas perkebunan rakyat, peternakan rakyat dan perikanan rakyat.

Pemerintah juga memutuskan untuk menambah plafon KUR 2021 dari Rp 253 triliun menjadi Rp 285 triliun.

“Peningkatan plafon tersebut merupakan respon pada antusiasme pelaku UMKM dengan tinggi akan kehadiran KUR dengan suku bunga sedikit dan juga harapan perbaikan usaha UMKM, ” ungkap Airlangga.

Tengah itu, realisasi penyaluran KUR sejak Januari 2021 datang dengan 29 April 2021 telah mencapai sebesar 82, 56 triliun rupiah (32, 63% dari target tahun 2021 sebesar Rp 253 triliun). Penyaluran KUR itu diberikan kepada 2, 28 juta debitur, sehingga total outstanding KUR sebesar 252, 92 triliun rupiah dengan tingkat Non Performing Loan (NPL) sebesar 0, 71%.

Berdasarkan keterangan Sistem Informasi Kredit Kalender (SIKP) sampai 29 April 2021, realisasi kebijakan KUR pada masa pandemi COVID-19 sebagai berikut:

a. Realisasi tambahan subsidi bunga KUR per 31 Desember 2020 telah dikasih kepada 7, 02 juta debitur dengan baki debet Rp 186, 5 triliun.

b. Realisasi penundaan angsuran pokok s. d. 29 April 2021 telah diberikan kepada satu, 76 juta debitur dengan baki debet Rp 70, 53 triliun.

c. Realisasi relaksasi KUR sampai dengan 29 April 2021:

Sambungan jangka waktu diberikan pada 1, 51 juta debitur dengan baki debet Rp 47, 51 triliun.

Penambahan limit plafon KUR diberikan kepada 16 debitur dengan baki debet Rp 2, 49 miliar.

Simak video ‘Jokowi Tingkatkan Batas KUR Tanpa Jaminan Siap Rp 100 Juta’:

[Gambas:Video 20detik]

(ega/ega)