Merger Gojek dan Grab Disebut Pelatuk Monopoli, Apa Kata KPPU?

hazonyeshaya.org > Data > Merger Gojek dan Grab Disebut Pelatuk Monopoli, Apa Kata KPPU?
Merger Gojek dan Grab Disebut Pelatuk Monopoli, Apa Kata KPPU?

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

Jakarta

Isu merger Gojek & Grab menjadi perbincangan hangat kaum hari terakhir. Banyak pihak yang menilai rencana merger ini bisa menimbulkan ancaman monopoli pada usaha transportasi online.

Dominasi sendiri adalah persaingan usaha dengan tidak sehat. Lalu apa logat Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) soal hal ini?

Komisioner sekaligus juru bicara KPPU Guntur Saragih menilai apabila koalisi Gojek dan Grab terjadi, peluang menciptakan perusahaan dengan pangsa pasar yang besar. Pasalnya, saat ini saja kedua perusahaan menjadi kepala pasar transportasi online.

Tetapi, pihaknya tidak bisa melakukan penilaian lebih lanjut apakah ada indikasi atau praktik monopoli dalam jalan merger ini. Pasalnya, KPPU baru mampu meneliti hal itu bila tersedia laporan masuk.

“Terkait hal ini, kalau nanti merger Grab Gojek memang iya kalau dipandang market share keduanya ini pemimpin rekan dan besar. Lalu pelaku usahanya pun tidak banyak, ” perkataan Guntur dalam konferensi pers maya, Selasa (8/12/2020).

“Namun demikian kami tidak bisa berkomentar lebih lanjut karena kami rezimnya pos notifikasi, setelah ada pemberitahuan, ” katanya.

Berlanjut ke halaman berikutnya.