Porang & Sarang Walet Ditetapkan Jadi Komoditas Super Preferensi Ekspor

hazonyeshaya.org > Data > Porang & Sarang Walet Ditetapkan Jadi Komoditas Super Preferensi Ekspor
porang-sarang-walet-ditetapkan-jadi-komoditas-super-prioritas-ekspor-1

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

Jakarta

Porang dan sarang burung walet ditetapkan menjadi komoditas super prioritas untuk peningkatan nilai ekspor pada bidang pertanian. Kementerian Pertanian (Kementan) akan mendukung upaya peningkatan dua komoditas itu.

“Ekspor pada bidang pertanian meningkat 15 persen dengan nilai kurang lebih Rp 500 triliun. Karena itu porang dan rumah burung walet masuk dalam program super prioritas, ” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam petunjuk tertulis, Minggu (6/6/2021).

Ia merinci Kementerian Pertanian melalui dirjen terpaut akan mempermudah warga buat menanam Porang di Sulawesi Selatan, juga mendukung penanaman sarang walet.

“Potensi sarang burung walet dan porang sangat menjanjikan, apalagi penanganan porang & walet baru ditangani mulia tahun terakhir. Kita berniat ke depan ekspornya kian meningkat, ” ulas Syahrul.

Syahrul menyuarakan pihaknya terus mendorong lahirnya jutaan petani milenial dengan memiliki kemampuan lebih di mengelola sektor pertanian, khususnya komoditas porang dan sarang burung walet. Ke depannya, para petani milenial diharapkan mampu memperluas jejaring ekspor komoditas pertanian.

“Sesuai arahan Presiden Jokowi kita harus mengakselerasi komoditas-komoditas yang memang menjanjikan serta memiliki skala ekonomi dengan menguntungkan. Karena itu generasi muda harus turun membentuk sektor pertanian, ” merancang Syahrul.

Taat menteri kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan itu, untuk meningkatkan kualitas komoditas porang, mau dilakukan sinergi lintas kementerian. Misalnya, Kementan berperan pada pengembangan budidaya dan produksinya, sementara bagian hilir tersedia Kementerian Perindustrian yang menjalin industri pengolahan, Kementerian Perniagaan berperan dalam pengelolaan pasar dan ekspor.

“Porang ini masa depan. Saya mau lihat buatan pengembangannya dalam 3 bulan lagi. Buat ini lebih kuat agar ekspor kita makin meningkat, ” ungkap Syahrul.

(ncm/hns)