Said Didu Sindir Cara Abdee Slank Bereskan Masalah dalam Telkom: Main Gitar?

hazonyeshaya.org > Data > Said Didu Sindir Cara Abdee Slank Bereskan Masalah dalam Telkom: Main Gitar?
said-didu-sindir-cara-abdee-slank-bereskan-masalah-di-telkom-main-gitar-1

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Jakarta

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu mengkritik tidak adanya kriteria yang jelas di dalam penempatan direksi dan komisaris di BUMN. Termasuk, penempatan Abdi Negara Nurdin ataupun Abdee Slank sebagai komisaris PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Ia pun bercerita, saat diangkat menjadi sekretaris pada 2005 lalu. Ia mengatakan, masa itu ia menyeleksi hampir 1. 000 CV yang disampaikan relawan hingga kelompok politik. Dari 1. 000 itu, kata dia, hanya sekitar 100 yang meresap kriteria dan sisanya masuk tong sampah.

Kemudian, dalam menentukan direksi atau komisaris yang bakal ditempatkan, pihaknya memetakan sekatan yang dihadapi BUMN. Terakhir, dicari orang yang cocok untuk menghadapi kendali itu melalui pembahasan.

Ia pun menyindir Abdee Slank dalam menyelesaikan masalah di Telkom.

“Saat menghadapi Telkom, Telkom sekarang upamanya, kita harus melihat apakah tantangan Telkom sekarang, tantangan Telkom sekaran kita tahu persis kalau sekarang banyak jalur-jalur gratis, yang bisa mematikan Telkom. Apakah pantas seorang pandai gitaris apakah main gitar menyelesaikan itu? Menyelesaikan urusan itu? Dibutuhkan ahli banget ahli IT yan mampu bahwa Telkom bisa aman, ” katanya seperti dikutip akun Youtube MSD, Minggu (30/5/2021).

Dalam kesempatan itu, ia selalu teringat pernyataan Erick Thohir yang menyebut bahwa BUMN ialah singkatan Badan Jalan Bukan Milik Nenek Lu. Menurutnya, hal itu betul-betul diterapkan pada saat itu.

“Saya saat ini sepertinya kata-kata itu dipraktikkan sekarang bahwa memang bukan milik nenek moyang lu tapi milik nenek poyang gua, ” katanya.

“Kenapa saya katakan demikian karena tidak ada lagi kriteria yang dimanfaatkan untuk pengangkatan komisaris BUMN dan juga direksi BUMN, tidak ada lagi kriteria, suka-suka dia saja, ” katanya.

Menurutnya, dalam ketentuan yang berlaku ada syarat kompetensi untuk direksi dan komisaris. Kemudian, ada juga aturan dengan mengatur soal masa lembaga direksi dan komisaris.

“Apa yang terjadi sekarang tidak ada kriteria, siapapun yang dia inginkan dia kan angkat & dia betul-betul mengabaikan apa kritik rakyat, apa pertimbangan masyarakat, ” katanya.

(acd/dna)