Sri Mulyani Menang, Utang Budak Soeharto Terus Dikejar!

hazonyeshaya.org > Data > Sri Mulyani Menang, Utang Budak Soeharto Terus Dikejar!
sri-mulyani-menang-utang-anak-soeharto-terus-dikejar-1

Jackpot hari ini Result HK 2020 – 2021.

Jakarta

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan penagihan utang keBambang Trihatmodjo terus dilakukan. Langkah ini dikerjakan setelah gugatan putra mantan Presiden Soeharto itu ditolak Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN).

Eksekutif Hukum dan Hubungan Klub Direktorat Jenderal Kekayaan Negeri (DJKN), Tri Wahyuningsih mengatakan proses penagihan berjalan kaya biasa sesuai ketentuan Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN).

“Pengurusannya sedang berlanjut seperti biasa. Siap kita melakukan penagihan mencuaikan ketentuan PUPN. Jadi proses berjalan seperti biasa, penagihan kembali, ” kata Tri dalam bincang virtual menyerempakkan DJKN bertajuk ‘Dukungan Kekayaan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah dan Perekonomian Nasional’, Jumat (30/4/2021).

Sebagai informasi Bambang Trihatmodjo menggugat Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati karena keberatan dicekal ke luar daerah. Pencekalan dilakukan lantaran ada utang yang belum dilunasinya.

Utang berasal saat Bambang Trihatmodjomenjadi Pemimpin Konsorsium Mitra Penyelenggara (KMP) Sea Games 1997. Untuk teknis pelaksanaannya, dilakukan sebab PT Tata Insani Mukti. Ayah Bambang Trihatmodjo, Soeharto, yang kala itu menjabat Presiden menggelontorkan uang Rp 35 miliar untuk klub tersebut lewat jalur Tumpuan Presiden (Banpres).

Nilai utang yang harus dibayar menurut data Kemenkeu adalah sebesar Rp 50 miliar. Sedangkan Pengacara Jelas Trihatmodjo, Prisma Wardhana Isyarat menyatakan sebenarnya nilai pinjaman awal yang membelit ialah Rp 35 miliar.

Angka Rp 50 miliar tersebut, lanjut tempat, merupakan nilai pokok utang ditambah dengan akumulasi kembang sebesar 5% per tarikh.

“Bunga 5% setahun yang sebenarnya tersebut talangan yang disebut jadi utang hingga selesai dilakukan audit keuangan. Namun ya itu, unsur politiknya dibawa-bawa. Apalagi tanpa diduga Pemimpin Soeharto lengser di 1998, ” ucap Prisma.

Namun, ia meneruskan, kliennya merasa bukan penjamin jawab PT Tata Insani Mukti, maka ia keberatan bila harus menanggung dakwaan tersebut. Menurut Prisma, yang bertanggung jawab atas keuangan dana yang ditagih ialah PT Tata Insani Mukti. Sehingga Bambang kaget kenapa malah dicekal.

“Yang menjadi subyek KMP itu adalah PT Tata Insani Mukti. Ini dengan keliru dipahami. Konsorsium dengan perdata bukan subyek dasar sehingga tidak bisa dimintai pertanggungjawabannya. Jadi, yang dimintai pertanggungjawabannya itu ya PT sebagai subjek hukumnya, ” tegas Prisma.

Simak juga Gambar: Saling Gugat Bambang Tri Vs Sri Mulyani

[Gambas:Video 20detik]

(aid/hns)