Sudan-Israel Akan Normalisasi Hubungan, Wali Praja Prancis Diancam Dipenggal

hazonyeshaya.org > Data > Sudan-Israel Akan Normalisasi Hubungan, Wali Praja Prancis Diancam Dipenggal
Sudan-Israel Akan Normalisasi Hubungan, Wali Praja Prancis Diancam Dipenggal

Jakarta

Otoritas Sudan mengumumkan rencana menormalisasi hubungan dengan Israel, dengan mediasi Amerika Serikat (AS). Seorang Pemangku Kota di wilayah Prancis menyambut ancaman yang menyatakan dirinya bakal dipenggal, sepekan setelah pemenggalan seorang guru mengejutkan publik setempat.

Sudan akan menjadi negara Arab kelima dan negara Teluk Arab ketiga yang menormalisasi hubungan dengan Israel. Diketahui bahwa Mesir, Yordania, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain telah terlebih dulu mencapai kesepakatan damai dengan Israel.

Sementara itu, Wali Kota Bron, Jeremie Breaud, melahirkan dirinya menerima ancaman dalam wujud coretan grafiti. Via Twitter, dia memposting foto yang menunjukkan grafiti di sebuah tembok di kota Bron yang berbunyi: “Jeremy Breaud, kami akan memenggal kepala Anda. ”

Selain berita itu, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom , hari ini, Sabtu (24/10/2020):

porakporanda Sudan Umumkan Akan Normalisasi Ikatan dengan Israel

Otoritas Sudan mengonfirmasi negaranya hendak menormalisasi hubungan dengan Israel, mengakhiri permusuhan sengit selama beberapa dekade. Rencana normalisasi hubungan antara Sudan dan Israel ini masih dimediasi oleh Amerika Serikat (AS).

Seperti dilansir AFP , Sabtu (24/10/2020), jadwal normalisasi ini diumumkan setelah dikerjakan pembicaraan antara Perdana Menteri (PM) Sudan, Abdalla Hamdok, dengan Pemimpin AS Donald Trump dan PM Israel, Benjamin Netanyahu.

“Sudan dan Israel setuju buat menormalisasi hubungan mereka, untuk menuntaskan agresi di antara mereka, ” demikian dilaporkan televisi nasional Sudan, menyampaikan isi pernyataan gabungan kurun Sudan, Israel dan AS.

– Palestina Tolak Normalisasi Hubungan Antara Sudan serta Israel

Palestina menolak dan mengecam dengan cepat rencana normalisasi hubungan antara Sudan dan Israel yang dimediasi Amerika Serikat (AS). Ditegaskan Palestina kalau tidak ada pihak yang mempunyai hak untuk bicara atas tanda Palestina.

“Negara Palestina hari ini menyatakan kecaman serta penolakan terhadap kesepakatan untuk menormalisasi hubungan dengan negara pendudukan Israel yang merebut tanah Palestina, ” demikian pernyataan kantor Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, seperti dilansir AFP , Sabtu (24/10/2020).

“Tidak ada yang memiliki hak untuk berbicara pada nama rakyat Palestina dan perjuangan Palestina, ” tegas pernyataan tersebut.