Sumpah Penusukan di Prancis, Uni Eropa: Kita Akan Tetap Bersatu

hazonyeshaya.org > Data > Sumpah Penusukan di Prancis, Uni Eropa: Kita Akan Tetap Bersatu
Sumpah Penusukan di Prancis, Uni Eropa: Kita Akan Tetap Bersatu

Jakarta

Para pemimpin Uni Eropa menyatakan solidaritas dengan Prancis serta berjanji untuk menghadapi “mereka yang berusaha menghasut dan menyebarkan kebencian”. Hal ini disampaikan setelah seorang pria bersenjata pisau menewaskan tiga orang di sebuah gereja dalam kota Nice, Prancis.

“Saya mengutuk serangan keji dan brutal yang baru saja terjadi di Nice dan saya berhubungan Prancis dengan sepenuh hati, ” demikian cuitan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen di akun Twitter.

“Pikiran saya bersama para korban kegiatan penuh kebencian ini. Seluruh Eropa dalam solidaritas dengan Prancis. Kita akan tetap bersatu dan bertekad dalam menghadapi kebiadaban dan fanatisme, ” imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP , Kamis (29/10/2020).

Charles Michel, Presiden Dewan Eropa, menyebut serbuan itu “keji” dan menyatakan: Seluruh Eropa ada bersamamu. ”

Dan David Sassoli, ujung bicara Parlemen Eropa, berkata: “Kami memiliki kewajiban untuk berdiri bergabung melawan kekerasan dan mereka dengan berusaha untuk menghasut dan menyerakkan kebencian. ”

Jaksa anti-teror Prancis telah membuka penyelidikan atas serangan itu, di mana seorang pria yang memegang pisau memasuki Basilika Notre-Dame di kota Nice dan menewaskan tiga karakter.

Prancis telah berada dalam ketegangan yang meningkat sesudah pembunuhan 16 Oktober lalu kepada seorang guru sejarah, Samuel Paty, usai menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya.

Sesudah pembunuhan itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengeluarkan pernyataan yang menyelamatkan publikasi kartun Nabi Muhammad, maka menimbulkan kemarahan dan aksi-aksi demo di sejumlah negara Muslim.

(ita/ita)