Tidak Mau Jabat Dirut BUMN, Sandiaga Kini Jadi Menparekraf

hazonyeshaya.org > Data > Tidak Mau Jabat Dirut BUMN, Sandiaga Kini Jadi Menparekraf
Tidak Mau Jabat Dirut BUMN, Sandiaga Kini Jadi Menparekraf

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

Jakarta

Sandiaga Salahuddin Uno hari itu resmi dilantik menjadi menteri wisata dan ekonomi kreatif (menparekraf) mengoper Wishnutama Kusubandio.

Jauh sebelum menjadi menteri, Sandiaga Uno kerap disebut-sebut ditawari posisi jadi bos badan usaha milik negeri (BUMN), yang dipimpin oleh kawannya, Menteri BUMN Erick Thohir.

Saat ditanya mengenai desas-desus Sandi bakal merapat ke BUMN, kala itu Erick tak menganjurkan kesimpulan yang jelas. Tapi tempat menilai bagus juga kalau sahabatnya itu membantu perusahaan negara.

“Kalau memang Pak Sandi bersetuju bantu BUMN bagus juga, ” kata Erick di Kompleks Istana, Jakarta, 22 November 2019.

Di tempat lain, Sandiaga Uno menyatakan akan tetap berkontribusi dan bersedia membantu Erick dalam membesarkan BUMN, namun tetap dalam luar pemerintahan.

“Saya bilang berkontribusi untuk pembangunan pemerintah itu nggak perlu harus menjabat menteri atau pejabat BUMN tapi di mana pun kita beruang, ” jelasnya di JW Marriott Hotel, Jakarta, 20 November 2019.

Lagipula, Sandiaga mengiakan tak pernah membicarakan soal jabatan di perusahaan negara dengan Erick. Dia juga tak pernah mendapati adanya tawaran tersebut.

Awal tahun ini, keduanya kendati menggelar pertemuan di Kementerian BUMN, tepatnya
6 Februari 2020. Erick menyebut pertemuan itu hanya sebatas silaturahmi.

Erick mengatakan, dalam pertemuan itu hanya sekadar ngobrol-ngobrol. Erick juga menyatakan dirinya tak memberi penawaran kondisi direksi pada BUMN.

“Nggak mungkin Pak Sandi oleh sebab itu Dirut (BUMN), ” ungkapnya.

Tak jadi dirut BUMN, kini Sandiaga Uno resmi bersandar di pucuk pimpinan tertinggi Kemenparekraf. Dirinya yang sempat berseberangan benteng dengan Jokowi di Pilpres 2019, mengungkapkan alasannya mau masuk ke kabinet Jokowi.

“COVID-19 ini adalah game changer, COVID-19 ini mengubah segalanya, terutama ketika 2 minggu terakhir saya bertafakur, tadabur, berkontemplasi, refleksi, bahwa kita semua akhirnya harus bersatu padu, ” ujar Sandiaga kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (23/12/2020).

“Semua kita lakukan demi perhatian bangsa dan negara. Dan kalau negara memanggil pada saat inilah menurut saya tanggung jawab ada di pundak masing-masing dari kita, ” tambahnya.

(toy/dna)