WFH di Kosan Jakarta vs Work From Bali di Hotel Bintang 3, Murah Mana?

hazonyeshaya.org > Data > WFH di Kosan Jakarta vs Work From Bali di Hotel Bintang 3, Murah Mana?
wfh-di-kosan-jakarta-vs-work-from-bali-di-hotel-bintang-3-murah-mana-1

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

Jakarta

Menteri Koordinator Dunia Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kembali menjadi sorotan publik. Kali ini karena dia menggaungkan klub agar Work From Bali. Tujuannya untuk memulihkan ekonomi di Bali dengan memajukan keterisian hotel.

Ternyata apa yang digaungkan Luhut itu sebenarnya telah ada yang melakukannya. Shinta misalnya, pegawai dari lengah satu perusahaan media di Jakarta itu sudah Work From Bali sejak dua, 5 bulan yang berantakan.

“Kebijakan kantor masih fleksibel WFO dapat WFH juga boleh. Maka aku milih kerja dibanding Bali, ” tuturnya saat berbincang dengan detikcom , Rabu (19/5/2021).

Shinta tunggal merupakan perantau dari Jawa Timur. Selama bekerja di Jakarta dia tinggal pada kos-kosan. Ketika pandemi COVID-19 melanda dan mengharuskan dia kerja dari rumah, Shinta merasa jenuh dan tekanan.

“Kemudian kos hidup di Jakarta itu mahal untuk kondisi WFH. Lantas aku memutuskan kenapa nggak kerja di asing Jakarta yang biaya hidupnya murah dan dekat secara alam. Karena waktu itu aku ingin banget refreshing, ” ucapnya.

Saat itu di pikirannya ada 2 kota yakni Yogyakarta dan Bali yang menurutnya sesuai dengan keinginannya itu. Akhirnya Shinta memutuskan Bali karena dia mengiakan sudah pernah hidup di Yogyakarta selama 10 tarikh.

Ternyata betul, kerja dari Bali jauh lebih murah bagi Shinta yang seorang perantau dengan belum berkeluarga. Saat dalam Jakarta dia pernah ngekos di 2 tempat yang berbeda yakni di sekitaran Monas, Jakarta Pusat serta Kemang, Jakarta Selatan.

“Ngekos waktu pada daerah Monas itu Rp 3 juta per bulan. Itu hanya kamar doang, nggak ada jendelanya. Morat-marit pindah ke Kemang Rp 2, 5 juta akan tetapi kamarnya kecil. Tapi tersebut tentu kosannya nyaman. Jika mau nyari yang ala kadarnya di Jakarta si ada pasti yang dalam bawah Rp 2 juta, ” terangnya.

Nah ketika dia letak di Bali, ternyata banyak hotel-hotel bintang 3 dan 4 membuat promo selama pandemi dengan sewa bulanan, harganya Rp 2-3 jutaan. Saat ini Shinta letak di hotel bintang 3 di daerah Seminyak secara tarif Rp 2 juta per bulan.

Selain harga yang lebih murah ketimbang kos-kosan pada Jakarta, tinggal di hotel di Bali juga memperoleh kualitas kamar yang jauh lebih baik. Selain tersebut dia juga tetap memperoleh seluruh fasilitas yang ada di hotel tersebut.

“Bisa dapat cleaning service, kolam renang, gym, intinya semua fasilitas hotel, ” tuturnya.

Sementara untuk biaya sajian sehari-hari menurut Shinta bersandar pribadi masing-masing. Jika mamah di warung atau masa sendiri maka bisa bertambah murah hidup di Bali.

“Aku budgetnya di Jakarta untuk hari-hari weekday sekitar Rp 60-80 ribu sehari, itu makan siang dan makan malam plus ngemil, karena gak masak sendiri. Di Bali bisa sama saja ataupun lebih murah, tergantung. Kalau makan di warung lokal terus ya pasti di bawah biaya tersebut, ” terangnya.

Nah yang menurut Shinta Bali jauh lebih juara dibanding Jakarta adalah tempat per yang jauh lebih lengkap dan murah. Sehingga banyak obat pelepas penat ketika kerja di Bali.

“Kalau di Jakarta kan hiburan ke mall atau cafe. Kalau pada Bali tinggal ke miring gratis, gym-nya juga lebih murah. Kalau weekend mampu ke gunung atau cairan terjun. Intinya semuanya lebih murah, tapi balik teristimewa tergantung perspektif orangnya masing-masing, ” tutupnya.

(das/dna)